Sabtu, 19 Januari 2013

Jalan Mencapai Angan Nan Indah



Langit begitu gelap bagai arang. Kilat membara menyilaukan mata. Rinai hujan tumpah membasahi bumi. Mentari pun tak mau berbagi cahaya. Sungguh mendera dalam jiwa. Raga jatuh terkulai di atas tanah. Memang luka teramat sangat, tapi semua hanya takdir yang berjalan. Hati yang begitu lumpuh oleh kuasaNya nyaris mati tertelan badai. Jiwa tergunjang hebat ketika raga tak kuat bertahan. Sungguh dunia sangat gelap, bagai tak ada sinar yang mau tampak olehku. Masa demi masa telah dinanti, namun asa yang begitu dasyat membakar jiwa. Seolah tak ada jalan untuk keluar.
Ingin dunia yang penuh duka ini dalam genggaman tangan nan indah. Namun apakah miungkin satu lebah bisa mengalahkan seekor kelelawar? Mimpi yang indah seakan melayang-layang dalam angan yang palsu. Diri yang tak kuat melangkah hanya mematung dalam keheningan. Rajutan indah dalam masa lalu akan selalu terbayang oleh asa dan duka. Sungguh takdir tak bisa di tebak, kadang mengisahkan suka dan kadang mengisahkan luka. Hanya dalam hati kata dapat terucap indah.
Cahaya redup hiasi asa yang begitu rumit. Air yang hanya mengalir kini berubah menjadi arus. Ku sentuh namun terlalu cepat hingga ku terbawa pergi. Menelusuri angan yang kian lama hilang. Mimpi yang indah itu kembali muncul dalam asa ku. Sungguh sepercik cahaya telah berpihak kepadaku. Ingin ku berlari menembus awan yang begitu kasat di mata. namun ku takut terjatuh. Hingga ku coba berjalan pelan tapi pasti. Puncak yang dulu ku nanti akan segera ku temukan. Dalam bahagia asaku hilang.

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda