Kamis, 15 November 2012

Goresan Pena 2



Senja menari di ujung penantian.
Sayup sepi angan nan jauh.
Rengkuh hati dalam lamunan.
Andai langit bisa mendengar,
Ku kan bernyanyi dalam tabu warna yang indah.
Meski sunyi merasuk dalam kehampaan,
Namun senyum selalu terukir indah.
(Kediri, 01 Juni 2012 / 18:43)

Peluh rasa bagaikan pilu tersedu.
Bulanpun bermuram durja.
Sandung lunglai tak bergeruh.
Tak kuat mata terinjak semu.
Bayang angin tersapu topan.
Semoga bait do'a kan terkenang.
(Kediri, 02 Juni 2012 / 21:12)

Setetes embun pagi membasahi kelam hatiku.
Sanjung nyanyian burung nan elok.
Terpaku memandang langit yang biru.
Derai kabut mulai menjulang.
Sang surya pun tak kalah bersua.
Indah permadani langit dalam keramahan.
Seuap do'a mulai tercurah.
Alam dengarkan harapanku.
(Kediri, 03 Juni 2012 /06:30)

Senja menari diujung penantian.
Sayup sepi angan nan jauh.
Rengkuh hati dalam lamunan.
Andai langit bisa mendengar.
Ku kan bernyanyi dalam tabu warna yang indah.
Meski sunyi merasuk dalam kehampaan.
Namun senyum selalu terukir indah.
(Kediri, 18 Juni 2012 / 18:49)

0 komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda